Mengenal Kontes Balap Konyol “Soapbox Race”

Red Bull Soapbox Race adalah perlombaan soapbox yang diselenggarakan oleh perusahaan Red Bull. Red Bull Soapbox Race adalah event balap mobil mini yang biasa disebut Soapbox atau kotak sabun. Pertama kali diadakan pada tahun 2000, lebih dari seratus ras telah diadakan di beberapa negara di seluruh dunia. Red Bull ingin menggelar ajang balap yang lebih condong ke arah menghibur masyarakat yang suntuk akan kepadatan lalu lintas.

Rules dari balapan tersebut ialah terdapat dua (2) orang maksimal yang benar-benar berlomba dalam acara (satu driver dan satu co-driver). Awak pit akan diizinkan untuk mendorong kerajinan sejauh garis start. Anggota tim harus mengikuti semua instruksi keselamatan Red Bull dan pengemudi dan co-driver masing-masing tim (jika berlaku) harus memakai helm.

Uniknya, Soapbox Race tidak menggunakan catatan waktu atau posisi sebagai pemenangnya. Pemenang ajang ini ditentukan oleh penilaian beberapa orang juri, paling menarik dari segi presentasi dan performa di trek, jadi pemenangnya. Penasaran seperti apa regulasi balapnya, simak nih peraturan yang dikeluarkan Red Bull selaku pelaksananya.

Hal paling penting dan utama adalah, kendaraan tidak boleh pakai mesin dalam bentuk apapun.

Created by: Fadli Nur Cahyo (https://www.instagram.com/pengabdicetaneoctan/)  

Ingat Mobil Roda Tiga dalam Film Mr. Bean? Yuk Kita Bahas “Relian Regal”

Kalau kamu pernah nonton film Mr. Bean pasti pernah melihat sosok mobil ini dalam film tersebut, Dalam serial film tersebut dalam cerita ini Mr, Bean sering kali berbuat iseng hingga membuat nyungsep atau terguling pada mobil tersebut.

Mobil ini diproduksi oleh Reliant Motors Company yang bermarkas di Tamworth, Inggirs. Selain itu, Reliant Regal diciptakan sebagai penerus dari Reliant Regent. Ya bisa dibilang Reliant Regal adalah kakaknya Reliant Robin dan masih sejenis, makanya banyak yang ketuker-tuker tuh. 

Mesinnya juga hanya 600 cc dengan power mentok di 25 dk membuat Reliant Regal bisa dipakai oleh orang yang cuma punya sim motor. Dengan dimensi imut panjang 3,4 meter, tinggi 1,4 meter, dan lebar juga 1,4 meter serta berbobot hanya 445 kg saja, Reliant Regal punya harga dan tentunya pajak yang murah. Biar kata terlihat konyol Reliant Regal mendapatkan hati di masyarakat Inggris, buktinya diproduksi sampai 20 tahun. Menariknya, Reliant Regal berdasarkan undang-undang di Inggris dianggap sebagai sepeda motor roda tiga. Alhasil, pengendara cukup mempunyai lisensi sepeda motor yang bisa mengendarainya. Pertama diproduksi tahun 1953, Reliant Regal punya banyak versi dan update hingga yang sering muncul di serial Mr. Bean adalah Reliant Regal Supervan III. Dengan sistem roda tunggal di bagian depan, Reliant Regal memang mudah nyungsep jika melakukan manuver mendadak.

Created by: Fadli Nur Cahyo (https://www.instagram.com/pengabdicetaneoctan/)

“Suburban 4848” Armada Eksis Tempo Doeloe

Jalur Puncak, Jawa Barat, menjadi saksi bisu kejayaan 4848 yang merupakan salah satu angkutan elit rute Jakarta-Bandung atau sebaliknya. Seperti dikutip dari harian Pikiran Rakjat, Mei-1959. Sejak 1958 ada perusahaan suburban menggunakan mobil jenis  Chevrolet  uanf disebut suburban melayani angkutan umum dengan menawarkan jasa antar jemput di rumah pelanggan dan mengantarkannya ke tempat yang diinginkan.  Pemberangkatan dari Jakarta pukul 7.30  dan tiba di Bandung 13.30.  Sementara mereka yang berangkat dari Bandung pukul 13.30 dan tiba di Jakarta pukul 17.30.  Biayanya Rp70 per orang.  Pemesan dilakukan satu hari sebelumnya waktu itu di Jalan Sabang nomor 5 untuk Jakarta dan Jalan Merdeka nomor 7 untuk Bandung.

Transportasi umum suburban 4848

Era ’50-an hingga awal ’80-an, Chevrolet Suburban di Indonesia dikenal sebagai salah satu moda transportasi massal. Perusahaan dengan nama 4848, identik sebagai operator angkutan penumpang umum yang banyak menggunakan armada dari General Motors ini. Chevrolet kemudian meluncurkan dan menjajakan model sipil pada 1935. Setahun setelah diluncurkan, dilakukan perubahan struktur dengan menggunakan konstruksi besi pada keseluruhan bodi. Hasilnya menarik perhatian pasar domestik Amerika.

Chevrolet Suburban merupakan full size SUV yang produksi pertamanya sudah dilakukan sejak 1935 dan masih berjalan sampai sekarang. Ini menjadikan Chevrolet Suburban sebagai nama mobil paling tua yang masih diproduksi sampai sekarang. Nama Suburban sendiri konon berasal dari kata sub-urban yang berarti antar kota. Kali ini kita akan membahas mengenai Chevrolet Suburban era 60an yang berarti sudah masuk ke generasi keenamnya. Generasi keenam ini muncul pada tahun 1960 di Amerika Serikat dan produksinya dihentikan pada tahun 1966.

Desain mobil ini cukup unik dimasanya. Berbeda dengan Suburban sebelumnya yang memakai desain menggembung, Suburban era 60an ini lebih ramping bentuknya. Ciri khas mobil ini ada pada lubang hawa besar diatas headlamp yang menjadi satu dengan kap mesinnya. Lampu sein mobil ini jadi satu dengan lubang hawa tadi sementara lampu depannya berjumlah 2 buah. Dibandingkan pendahulunya, mobil ini memiliki kaca depan yang lebih luas dan pilar atap yang lebih kecil sehingga memberikan visibilitas kepada pengemudi yang lebih baik.



Mobil ini memakai platform yang disebut dengan GM platform C/K. Platform ini digunakan diberbagai mobil yang perusahaanya berada dibawah General Motor. Beberapa mobil yang menggunakan platform ini antara lain GMC Carryall dan Chevrolet Suburban yang masuk ke Indonesia tentunya. Penamaan C/K ini punya makna tersendiri karena pada waktu itu, GM mengubah nomenclature mobil-mobilnya. Platform C berarti conventional yang maksudnya adalah penggunaan mesin depan dan gerak roda belakang atau 2WD sementara K dipakai untuk versi 4WD nya. Di Indonesia sepertinya hanya ada Suburban platform C.

Ada beberapa pilihan mesin yang tersedia untuk mobil ini mulai dari mesin inline 6, V6 sampai V8 walau semuanya memakai mesin bensin. Untuk Suburban yang hadir di Indonesia sepertinya hanya ada varian mesin inline 6. Mesin-mesin inline 6 silinder ini punya kapasitas mesin mulai dari 230 cu in (3800cc) antara tahun 1963 sampai 1965, 235 cu in (3900cc) antra 1960 1962, 250 cu in (4100cc) pada 1966 dan 292 cu in (4800cc) antara 1963 sampai 1966. Untuk transmisi manualnya digunakan transmisi manual 3 percepatan syncromesh. Di Amerika Serikat sendiri, mobil ini sudah tersedia pilihan transmisi otomatis 4 percepatan syncromesh yang diberi label powerglide.

Mungkin karena inilah Chevrolet Suburban jamak dipakai untuk armada travel antar kota pada era 60an. Salah satu travel yang terkenal memakai mobil ini adalah travel door to door 4848. Ukurannya yang cukup besar sehingga mampu mengangkut banyak orang serta kelebihannya yang terkenal jago di jalan pegungunan membuat Suburban menjadi basis moda transportasi yang populer di era 60an. Pamor mobil ini mulai kalah diera 70an setelah munculnya berbagai pesaing seperti Holden sampai Mitsubishi dengan Colt.

Spesifikasi Chevrolet Suburban C/K ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Chevrolet Suburban C/K
JenisMinibus
TipeGM C/K
Mesin230 cu
235 cu
250 cu
292 cu
Bore X StrokeN/A
Sistem Bahan BakarKarburator
TransmisiManual 3 Speed
Wheelbase2.921 mm
Panjang5.067 mm
Lebar2.019 mm
TinggiN/A

Sumber: mobilmotorlama.com

Created by: Fadli Nur Cahyo (https://www.instagram.com/pengabdicetaneoctan/)

Modifikasi Tuner “Alpina” Yang Membuat Kagum

Hai sobaat, dalam pembahasan kali ini, kita akan bahas tuner mobil berasal dari Eropa yang sudah lama dikenal jago dalam modifikasi yaitu “Alpina”. Kita mulai saja pembahasannya siapkan kopinya bersama cemilannya

Alpina

Alpina Burkard Bovensiepen GmbH & Co. KG disingkat Alpina adalah perusahaan asal Buchloe, Jerman yang mengembangkan dan menjual BMW versi performa. Alpina yang aslinya adalah pembuat mesin ketik, didirikan pada tahun 1965 oleh Burkard Bovensiepen. Fokus modifikator ini adalah membuat mobil balap. Seiring berjalannya waktu dan prestasi yang hebat, mereka undur diri dari balapan pada 1988 dan fokus mengerjakan modifikasi BMW untuk jalan raya. Meskipun BMW memiliki BMW M yang merupakan divisi performa dari mobil mereka, Alpina memiliki ikatan yang sangat kuat dengan BMW. 

Mobil-mobil yang dimodifikasi oleh Alpina memiliki ciri yang khasi seperti, selalu memiliki tenaga yang besar, dan juga memiliki interior yang lebih baik dari buatan aslinya. Selain itu, perbedaan secara visual bisa dilihat dari velg khas model jari-jari (20 spoke) berwarna silver, serta tambahan peranti aerodinamika, terutama di abgian spoiler lip depan yang khas.

Alpina memodifikasi semua produk BMW. Lebih hebat lagi, produksi mobil mereka juga bahkan menyatu dengan lini produksi BMW. Sebagai contoh, Alpina B7, yang berbasis BMW 7-Series, mesin V8 twin-turbo dikerjakan secara hand made oleh Alpina di Buchloe, Jerman. Kemudian dikirim ke BMW untuk dipasang di salah satu 7-Series yang sedang dirakit, dan setelah mesin terpasang, kemudian mobil tersebut dikirim ke Alpina untuk penyelesaian tahap akhir.

Hubungan erat tersebut bermula pada pengembangan dual karburator untuk BMW 1500 pada tahun 1962. Karburator tersebut mendapat respon yang sangat baik dari media dan juga petinggi BMW. Alpina kemudian terus mengembangkan karburator dan juga merambah pada desain crankshaft. Kedua komponen mobil tersebut kemudian menjadi bagian dari logo Alpina. Mobil mereka selanjutnya berhasil menjuarai kejuaraan-kejuaraan bergengsi seperti Spa 24 hours dan European Touring Car Championship.

Berkat kedekatan tersebut Alpina mendapat restu untuk menggunakan pabrik BMW. Alpina merakit mesin handmade, mengirimkan ke pabrik BMW untuk instalasi pada body, setelahnya BMW mengirimkan kembali pada Alpina yang akan melanjutkan pembuatan mobil dengan handmade.

Proses tersebut menjadikan Pemerintah Jerman mengklasifikasikan Alpina sebagai produsen mobil tersendiri. Mobil BMW Alpina terdaftar dan dijual dengan nama Mobil Alpina. Meskipun demikian Mobil Alpina tetap bisa diservis di dealer BMW dan juga tetap mendapat warranty penuh dari BMW. Beberapa dealer BMW pun juga menjual mobil Alpina.

Rupanya sudah terbentuk perkumpulan para pengagum tuner BMW Alpina di Indonesia. Namanya, Alpina Society Indonesia (ASC) yang berdiri sejak 2010 silam. Menurut Karendita Dayri, President ASC, saat ini anggota ASC yang terdaftar mencapai 25 orang. ASC dibentuk sebagai tempat berdiskusi sekaligus tukar informasi sesama penggemar Alpina. Setiap anggota memiliki type mobil BMW yang berbeda-beda, mulai dari keluaran 1965 hingga 2001. Dayri sendiri memiliki BMW type E21 serie 320 keluaran 1975.

Mengenal Lebih Dalam “Transmisi Matic”

Mobil dengan transmisi otomatis dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas percepatan, ke posisi tertentu. Umumnya, posisi tuas disusun berdasarkan format P-R-N-D-3-2-L. Kemudian juga, mesin mobil matik hanya bisa dihidupkan ketika tuas pada posisi P(parkir) ataupun N (netral) saja.

  • P, posisi transmisi untuk parkir, akan menyalakan mesin & saat akan melepaskan kunci kontak. 
  • R, Untuk mundur.
  • N, posisi transmisi netral.
  • D, berkendara normal & mencapai gigi tertinggi.
  • 2, maksimum gigi ke-2 (engine brake). .
  • 1 atau L, maksimum gigi ke-1, untuk digunakan ketika jalan menanjak atau menurun tajam.

Tombol overdrive (OD). Apa itu overdrive? Overdrive adalah tombol pada tuas transmisi mobil otomatis yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan posisi gigi secara otomatis agar meningkatkan atau menurunkan putaran mesin. Fitur overdrive bisa dimatikan dan dinyalakan sesuai dengan kebutuhan saat kamu berkendara. Fungsi dari tombol shift lock yang terdapat pada sistem transmisi mobil otomatis adalah untuk membuat posisi transmisi pada kendaraan yang sebelumnya dari p bisa dipindahkan ke N (Netral). Dengan adanya fitur tersebut dapat memberikan kemudahan bagi pemilik dalam memarkirkan kendaraand kesayangan dalam posisi parallel. Berikut merupakan macam-macam Transmisi Otomotif

CONTINUOUS VARIABLE TRANSMISSION (CVT)

Cara kerjanya ialah mengganti gigi konvensional yang selama ini digunakan dengan drum dimana rasionya selalu berubah. Drum tersebut disambungkan dengan sabuk (belt) untuk membuat roda berputar. Keunggulan dari CVT ini adalah transmisi bisa menyesuaikan setiap putaran mesin sehingga lebih halus dan sigap dalam kondisi apapun. Melalui cara ini konsumsi BBM menjadi lebih efisien karena perpindahan rasio yang berjalan secara halus tanpa ada hentakan. Beberapa mobil yang sudah menggunakan transmisi CVT adalah Nissan Grand Livina, Toyota Sienta, Honda Brio dan lainnya.


HYDRAULIC AUTOMATIC TRANSMISSION

Transmisi ini paling banyak digunakan di Indonesia saat ini. Boleh dikatakan ini adalah basic dari transmisi otomatis mengingat pertama kali diperkenalkan oleh Oldsmobile dengan nama Hydra-Matic Transmission. Cara kerja transmisi ini menggunakan torque converter yang mengubah tenaga mekanis dari mesin menjadi energi kinetis dan menyalurkannya kepada driveshaft. Jenis transmisin otomatik ini adalah yang paling umum, misalnya seperti pada Toyota Avanza.

Dual-Clutch Transmission (DCT)


transmisi DCT sebenarnya berupa transmisi manual yang mekanis kerja pedal koplingnya diganti menjadi otomatis. Bisa dibilang DCT adalah transmisi manual yang diotomatiskan.Transmisi otomatik jenis ini menggunakan kopling ganda yang dikendalikan oleh komputer. Kedua kopling tersebut bertanggung jawab atas gigi yang berbeda, yaitu genap dan ganjil. Alhasil setiap perpindahan gigi menjadi sigap dan halus karena transmisi tersebut memiliki dua kopling yang bekerja dalam waktu yang bergantian sesuai dengan gigi yang anda pilih. Transmisi otomatik jenis ini masih terbilang jarang namun tetap bisa ditemui di Indonesia seperti pada VW Golf.

Automated Manual Transmission (AMT)

Bila Anda masih menikmati perpindahan gigi pada transmisi manual, jenis transmisi ini bisa jadi cocok. Jenis transmisi AMT merupakan penggabungan antara transmisi manual biasa dengan otomatis. Komponen aktuator menjadi pengendali transmisi manual menjadi otomatis sehingga pengemudi masih bisa  mengganti gigi secara manual. Namun pedal kopling dihilangkan karena sudah diganti oleh komputer yang bisa menyesuaikan kebutuhan konsumen. Secara populasi, merek mobil yang menggunakan jenis transmisi ini memang tidak banyak lantaran penggunanya merasa tidak nyaman akibat adanya hentakan yang cukup terasa ketika menggunakannya. Salah satu mobil yang sampai saat ini masih mengaplikasi ini adalah Suzuki Ignis.

Created by: Fadli Nur Cahyo (https://www.instagram.com/pengabdicetaneoctan/)

Kontes Balap Terganas “Group Rally B”

Kompetisi Rally dibawah naugan WRC. Kontes balap ini terkenal akibat regulasi yang tidak memiliki batas yang mampu memuntahkan tenaga yang sangat besar, contohnya pada Ford RS 200 yang mampu memproduksi 400 hp – 580 hp dan tidak ada safety rules bagi penonton.

Group B merupakan salah satu kategori group kejuaraan rally dunia yang pertama kali muncul pada 1982. Berbeda dengan kategori group lainnya, group B memiliki batasan aturan design dan teknologi yang lebih sedikit sehingga menghasilkan kebebasan tim produsen untuk bersaing. Pada group B, mobil juga diperbolehkan menggunakan bahan baku hi-tech, berat yang ringan serta yang paling menonjol adalah tidak ada batasan boost turbo/supercharger.

Hal tersebut kemudian menghasilkan mobil-mobil monster berpower besar yang mampu melesat dengan sangat cepat. Sebelum group B muncul, mobil rally memiliki power kisaran 250 hp. Pada group B ini power mobilnya menjadi 2-3 kali lipatnya yaitu 350-600 hp. Bayangkan saja mobil dengan power sebesar itu melesat di jalan umum non sirkuit. Untuk perbandingan, kejuaraan rally dunia saat ini, WRC memiliki batasan power sebesar 300 hp. Kebayang kan gimana dahsyatnya?

Oleh karena itu, mobil-mobil Group B dijuluki sebagai supercar di dalam hutan. Mobil dengan power besar dan teknologi tinggi layaknya supercar yang dipacu di lintasan jalan umum yang seringkali dihiasi area hutan dan tanah kasar.

Pesona group B ketika itu mampu menaikkan pamor rally di dunia motorsport. Bahkan popularitasnya mengungguli Formula 1 yang notabene sering disebut sebagai kasta tertinggi kejuaraan balap mobil. Tidak heran karena para produsen tim Group B ketika itu sangat bersaing dalam tekhnologi dan desain mobil sehingga rally sempat menjadi leader dalam hal pengembangan tekhnologi mobil.

Mobil-mobil rally legendaris yang turut serta dalam sejarah Group B diantaranya adalah Audi Quattro (600 hp), Lancia Delta S4 (550 hp), Peugeot 205 T16 (350 hp), Ford Escort RS200 (420 hp), dan MG Metro 6R4 (410 hp).

Audi Quattro merupakan mobil yang merubah rally dengan layout AWD dan turbocharger. Sebelumnya rally didominasi dengan mobil penggerak roda belakang alias RWD. 4WD dinilai terlalu kompleks dan berat untuk rally, apalagi bila ditambah sistem turbocharger. Namun Quattro membuktikan sebaliknya. Mobil ini mampu mengalahkan dan mendominasi lawan-lawannya dalam berbagai pertandingan. Pada menjelang akhir era Group B, si kecil Peugeot 205 pun tak disangka-sangka mampu mengalahkan Quattro. Hal ini berkat desain body nya yang kecil dan ramping. Lancia Delta S merupakan sebuah monster yang memadukan turbocharger dan supercharger. Mobil ini juga dikenang sebagai mobil yang mengakhiri Group B. Kecelakaan yang merenggut nyawa pengemudinya Toivonen dan Cresto, merupakan salah satu penyebab keputusan pengakhiran Group B.

Power yang terlalu besar serta pamor yang populer mengakibatkan Group B diwarnai berbagai kecelakaan. Dalam rentang waktu yang singkat,  muncul beberapa kecelakaan fatal yang melibatkan bukan hanya pengemudi tetapi juga penonton. Pamor rally yang melesat mengungguli Formula 1 tidak diimbangi dengan crowd control. Akibatnya penonton membludak sepanjang area pertandingan. Panitia kewalalahan untuk mengatur penonton dalam lintasan yang memang bukan di sirkuit. Selain itu, penonton Group B dikenal sebagai penonton yang gila dan nekad. Bayangkan saja menonton mobil berpower besar yang melesat cepat dari jarak yang sangat dekat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berlomba untuk menyentuh mobil rally yang sedang bertanding sebagai sebuah bentuk prestasi dan kebanggaan.

Pada pertandingan di Portugal tahun 1986, mobil RS200 yang dikendarai Joaquim Santos berbelok mendadak karena berusaha menghindari kerumunan penonton. Mobilnya kehilangan kendali dan menerjang para penonton. Akibatnya 31 orang terluka dan 3 orang tewas.

Kecelakaan selajutnya menimpa Lancia yang dikendarai Henri Toivonen dan Sergio Cresto. Mobilnya kehilangan kontrol dan terjun ke jurang pepohonan lalu terbakar menghasilkan kepulan asap hitam. Toivonen dan Cresto ditemukan di luar mobil. Mereka terlempar keluar dan tergilas mobil. Mobilnya pun terbakar dan hanya tersisa frame casis yang sudah menghitam.

Setahun sebelumnya Lancia pun mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa pembalap Attilio Bettega. Marc Surer, pembalap asal Swiss juga mengalami kecelakaan pada RS200 yang menewaskan co-driver-nya, Michel Wyder.

Berbagai kecelakaan tersebut kemudian membuat Federasi Automobile Internasional (FIA) memutuskan untuk mengakhiri (ban) Group B. Meskipun banyak juga kalangan yang menilai keputusan ini dipengaruhi motif politik karena pesona rally ketika itu yang mampu mengungguli Formula 1.

Apapun penyebabnya, keputusan menghentikan Group B banyak disayangkan berbagai kalangan. Bagaimanapun juga kecelakaan merupakan resiko, sebuah hal yang memang tidak dapat dipungkiri menjadi bumbu tersendiri dalam motorsport. Bukan sebuah alasan untuk menghentikan sebuah event bergengsi yang penuh adrenaline dan tentunya persaingan tekhnologi yang semakin memperkaya dunia motorsport. Dihentikan pada tahun 1986 akibat terjadinya kecelakaan yang banyak memakan korban maupun mobil kehilangan kontrol yang jatuh ke jurang dan terbakar. Akhirnya membatasi output power maksimal di angka 300 hp.

Created by: Fadli Nur Cahyo (https://www.instagram.com/pengabdicetaneoctan/)

Terpampang Klasik pada Kontes Balap “Mille Miglia”

Mille Miglia merupakan sebuah kontes balap terbuka yang menempuh lebih dari 100 km di Italia. Balapan ini berlangsung sejak tahun 1927 – 1957. Mobil-mobil yang terkenal di balapan ini ialah Alfa Romeo, Ferrari, Maserati dan Porsche.

Dibuat pada tahun 1927 oleh dua bangsawan untuk mengimbangi hilangnya Grand Prix Italia di kota asal mereka Brescia, Mille Miglia mengambil opsi asli untuk membuat mobil balap bersaing di jalan raya daripada di trek. Dihentikan pada tahun 1957 karena alasan keamanan, mobil ini dihidupkan kembali 20 tahun kemudian dengan nama Mille Miglia Storica dan menjadi balapan ketahanan mobil klasik paling bergengsi di dunia.

Dicadangkan untuk model yang setidaknya satu telah mengambil bagian dalam balapan asli antara 1927 dan 1957, Mille Miglia saat ini identik dengan eksklusivitas, karena hanya 450 tim yang dipilih sendiri yang dapat ambil bagian. Perlombaan tetap menjadi acara impian yang merupakan tanggal terbesar dalam kalender olahraga Italia dan menarik banyak orang yang berbaris di pinggir jalan.

Diadakan setiap tahun antara tahun 1927 dan 1957, balapan jalan raya yang unik di jenisnya ini membawa pesaing dari Brescia ke Roma dan sebaliknya. Itu dianggap kompetisi terindah di dunia. Mengorganisir Mille Miglia adalah ide liar namun menarik yang muncul ketika Eropa berada dalam cengkeraman krisis ekonomi dan hampir semua pabrikan mobil mundur dari balapan utama.

Pada tahun 1947, setelah perang, Mille Miglia muncul kembali dalam bentuk biasanya dan berlanjut hingga tahun 1957, ketika kecelakaan baru terjadi di dekat Guidizzolo, kecelakaan ini mengakhiri balapan jalan raya yang hebat. Mobil-mobil yang lebih bertenaga dan lebih cepat – beberapa di antaranya mencapai kecepatan puncak 260 km / jam – telah mengakhiri Mille Miglia.

Dua puluh tahun setelah kecelakaan tragis pada tahun 1957, Mille Miglia dihidupkan kembali sebagai reli reguler yang diperuntukkan bagi mobil yang telah membuat sejarah dalam “corsa più bella del mondo” antara tahun 1927 dan 1957. Setelah upaya pertama dalam format ini pada tahun 1977, a edisi kedua dan ketiga dari “Mille Miglia storica” diselenggarakan pada tahun 1982 dan 1984. Sejak 1986, perlombaan dimulai setiap tahun dari jalan di Brescia dan Mille Miglia telah menjadi acara paling populer di dunia dari jenisnya.

Berikut Merupakan daftar juara dari tiap kontes balap “Mille Miglia”  selama 30 Tahun :

  • 1957 : Piero Taruffi – Ferrari 315 Sport
  • 1956 : Eugenio Castellotti – Ferrari 290 MM Spider Scaglietti
  • 1955 : Stirling Moss / Denis Jenkinson – Mercedes-Benz 300SLR
  • 1954 : Alberto Ascari – Lancia D24 Spider
  • 1953 : Giannino Marzotto / Marco Crosara – Ferrari 340 M.M. Spider Vignale
  • 1952 : Giovanni Bracco / Alfonso Rolfo – Ferrari 250 S Berlinetta Vignale
  • 1951 : Luigi Villoresi / Pasquale Cassani – Ferrari 340 America Berlinetta Vignale
  • 1950 : Giannino Marzotto / Marco Crosara – Ferrari 195 S Berlinetta Touring
  • 1949 : Clemente Biondetti / Ettore Salani – Ferrari 166 MM Barchetta Touring
  • 1948 : Clemente Biondetti / Giuseppe Navone – Ferrari 166 S Coupe Allemano
  • 1947 : Clemente Biondetti / Emilio Romano – Alfa Romeo 8C 2900 B Berlinetta Touring
  • 1946 : tidak diadakan
  • 1945 : tidak diadakan
  • 1944 : tidak diadakan
  • 1943 : tidak diadakan
  • 1942 : tidak diadakan
  • 1941 : tidak diadakan
  • 1940 : Huschke von Hanstein / Walter Baumer – BMW 328 Berlinetta Touring
  • 1939 : tidak diadakan
  • 1938 : Clemente Biondetti / Aldo Stefani – Alfa Romeo 8C 2900B Spider M.M. Touring
  • 1937 : Carlo Maria Pintacuda / Paride Mambelli – Alfa Romeo 8C 2900A
  • 1936 : Antonio Brivio / Carlo Ongaro – Alfa Romeo 8C 2900A
  • 1935 : Carlo Maria Pintacuda / Alessandro Della Stufa – Alfa Romeo 2900 Tipo B
  • 1934 : Achille Varzi / Amedeo Bignami – Alfa Romeo 8C 2600 Monza Spider Brianza
  • 1933 : Tazio Nuvolari / Decimo Compagnoni – Alfa Romeo 8C 2300 spider Zagato
  • 1932 : Baconin Borzacchini / Amedeo Bignami – Alfa Romeo 8C 2300 Spider Touring
  • 1931 : Rudolf Caracciola / Wilhelm Sebastian – Mercedes-Benz SSK
  • 1930 : Tazio Nuvolari / Battista Guidotti – Alfa Romeo 6C 1750 GS spider Zagato
  • 1929 : Giuseppe Campari / Giulio Ramponi – Alfa Romeo 6C 1750 SS spider Zagato
  • 1928 : Giuseppe Campari / Giulio Ramponi – Alfa Romeo 6C 1500 Sport Spider Zagato
  • 1927 : Ferdinando Minoia / Giuseppe Morandi – OM 665

Tidak seperti reli modern, di mana mobil dilepaskan pada interval satu menit dengan mobil kelas profesional yang lebih besar melaju sebelum mobil yang lebih lambat, di Mille Miglia mobil yang lebih kecil, lebih lambat, dan kapasitas lebih rendah dimulai terlebih dahulu. Sejak 1949, mobil diberi nomor sesuai dengan waktu mulainya.  Misalnya, mobil 1955 Moss / Jenkinson, # 722, meninggalkan Brescia pada 07:22, sedangkan mobil pertama telah dimulai pada pukul 21:00 hari sebelumnya.  Pada hari-hari awal perlombaan, bahkan pemenang pun membutuhkan 16 jam atau lebih, jadi sebagian besar pesaing harus memulai sebelum tengah malam dan tiba setelah senja – jika memang ada.

Created by: Fadli Nur Cahyo (https://www.instagram.com/pengabdicetaneoctan/)

Mengenal Chassis-Chassis Pada Mobil

Chassis adalah rangka dari sebuah kendaraan sebagai penopang berat, dan beban kendaraan, memegang mesin, dan body. Bahan chassis biasanya dari besi baja, agar memiliki kekuatan untuk menopang beban dari kendaraan. Chassis berfungsi pula menjaga agar mobil tetap rigid, kaku dan tidak mengalami bending atau deformasi waktu digunakan. Dalam sejarah dunia otomotif, chassis pertama kali dibuat oleh Charles dan F. Duryea dari Amerika Serikat, pada tahun 1893. Mobil tersebut berbentuk menyerupai andong tapa kuda (sado). Selanjutnya pada tahun 1894 perusahaan Apperson Brothers mengikuti membuat dan merancang chassis, kemudian Henry Ford membuat juga pada tahun 1896 dan disusul oleh Ransom E. Olds yang merupakan pendiri Oldsmobile pada tahun 1897.

Chassis Oldsmobile 1949 (image source: edge-up.org)

Berikut merupakan berbagai macam jenis chassis pada kendaraan motor, terutama mobil:

1. Ladder Frame Chassis

Ladder Frame Chassis (image source: medcom.id)

Dinamakan chassis ladder frame karena model atau bentuk chassis ini mirip dengan tangga dan chassis model ladder frame ini adalah salah satu jenis chassis mobil paling tua yang hingga saat ini masih dipakai dan tetap eksis untuk diaplikasikan ke kendaraan pengangkut heavy duty seperti chassis yang digunakan untuk minibus, bus, truk dan kendaraan berat sejenisnya. Ukuran chassis ladder frame ini lumayan berat sehingga menggunakan chassis ladder frame adalah mayoritas mobil truk dan pick up. Maka dari itulah chassis model ini tidak lagi diaplikasikan untuk mobil kecil.

2. Monocoque Chassis

Monocoque Chassis (image source: lksotootif.com)

Chassis Monocoque/monokok merupakan chassis yang menyatu terhadap body mobil. Dibuat dari lipatan lipatan baja komposit yang kuat namun ringan dan selanjutnya digabungkan menjadi satu kesatuan utuh terhadap body mobil. Dengan demikian maka beban mobil pun menjadi lebih ringan dengan adanya chassis ini, efeknya sudah tentu pasti yaitu meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar kendaraan. Monocoque chassis adalah struktur chassis yang menentukan bentuk keseluruhan kendaraan. Chassis jenis ini lebih hemat biaya dalam hal pembuatannya dan sangat cocok untuk di produksi dengan menggunakan bantuan robot. Contoh mobil yang menggunakan chassis monocoque ini umumnya berjenis sedan hingga kendaran mpv.

3. Tubular Space Frame Chassis

Tubular Space Frame (image source: Gridoto.com)

Merupakan jenis chassis yang menggunakan bermacam pipa baja untuk dirangkai dan dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk mobil secara umum sesuai konstruksi yang diinginkan.Kekuatan chassis jenis tubular space frame ini sangat tergantung dari mutu dan kualitas sambungan las tiap sendi. Chassis ini memiliki kekuatan luluhnya sangat bagus di perlindungan kekakuan torsional, ketahanan beban berat, dan beban impact. Chassis ini digunakan dalam dunia balap mobil, seperti Jaguar C-Type.

4. Backbone Chassis

Backbone Chassis (image source: autozine.org/)

chassis ini bentuknya mirip dengan tulang punggung dimana struktur di bagian depan dan di bagian belakang saling terhubung dengan rangka tube yang posisinya melintang di sepanjang tengah kendaraan. Chassis model backbone ini hampir semuanya memiliki struktur yang kaku dan termasuk rangka pres, serta chassis ini memiliki kemampuan untuk menahan seluruh beban diatasnya, Chassis ini memiliki kekurangan seperti side impact yang buruk dan mahalnya biaya produksi, sehingga tidak cocok untuk kendaraan komersil. Backbone chassis memiliki tabung berbentuk persegi panjang yang biasanya terbuat dari serat kaca yang digunakan untuk menghubungkan gandar depan dan belakang. Chassis mobil jenis ini cukup kuat untuk memberikan kekuatan pada mobil dengan ukuran kecil, sangat mudah dibuat  dan kebanyakan chassis ini diaplikasikan kedalam mobil jenis sport car.

5. Aluminium Space Frame Chassis

Aluminium Space Frame Chassis (image source: lksotomotif.com)

Chassis mobil ini dibuat seperti chassis monocoque namun menggunakan bahan aluminium seluruhnya, Ya, jika pada chassis monocoque biasa menggunakan lembaran plat baja, Aluminium space frame seluruhnya menggunakan bahan aluminium. Chassis jenis ini ialah model chassis yang dikembangkan pertama kali oleh pabrikan mobil Audi bersamaan dengan sebuah perusahaan pembuatan aluminium Alcoa. Chassis jenis Aluminium Space Frame ini diklaim 40% lebih ringan dibanding dengan rangka baja monocoque namun 40% lebih kaku / rigid. Chassis tersebut yang ringan dan ini berdampak baik terahadap komponen – komponen penting  pada  mobil. Karena bobotnya yang lebih ringan, maka desainner dapat membuat bodi  yang lebih rendah,  memungkinkan penggunaan rem yang lebih kompak, mesin yang lebih kecil untuk menopang beban yang ringan, sistem pembuangan yang lebih pendek, dan tangki bahan bakar yang lebih kecil. Semuanya sangat berkaitan hanya karena berat bodi yang lebih ringan. Komponen individu juga menyimpan banyak potensi untuk menghemat berat.

Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumen dapat memperoleh peningkatan efisiensi bahan bakar kendaraan 5 hingga 7 persen untuk setiap 10 persen pengurangan berat dengan mengganti aluminium untuk baja konvensional. Dalam hal emisi, menggunakan aluminium dalam kendaraan dapat menghemat 20 pounds CO2  yang ditimbulkan oleh alumunium dibandingkan dengan yang menggunakan baja biasa selama  kendaraan bekerja. Dan lebih dari 90 persen dari bahan alumium yang digunakan dibidang otomotif dapa didaur ulang.

Apa Itu Limited Slip Differential (LSD) ?

Pada setiap kendaraan yang khususnya mobil, yang tenaganya dikeluarkan oleh mesin disalurkan melalui Gearbox yang kemduan dilanjutkan ke kopel dan akhirnya di distribusikan ke roda belakang melalui differential atau yang biasa kita kenal ialah gardan. Gardan itu sendiri merupakan nama yang populer disebutkan oleh para kalangan pecinta otomotif dan juga mekanik. Gardan (Differential) memiliki dua jenis yaitu, Gardan Standar dan juga Limited Slip Differential (LSD). Untuk Gardan standar cenderung memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam mengendara, karena kedua rodanya pun tidak selalu berputar satu arah. Maka dari itu gardan standar tidak bisa memenuhi aktivitas extreme seperti offroad, balap, ataupun jalan-jalan extreme lainnya.

Limited Slip Differential (LSD) adalah suatu sistem yang dipasang di gardan/differential sebagai penambah traksi. Mobil yang disematkan dengan LSD akan mendeteksi kondisi jalan yang dilalui atau dihadapinya dan mengatur traction atau roda, sehingga mobil tetap berada dibawah kendali pengemudi. Misalnya jika salah satu roda terjebak lumpur atau lubang, maka tenaga akan ditransfer ke roda lain. Mobil pun diyakini akan sanggup bermanuver atau melaju pada rintangan tersebut. LSD dapat diaplikasikan pada mobil dengan penggerak roda belakang maupun roda depan. Untuk mobil menggunakan penggerak roda depan, komponen LSD akan ditempatkan di bagian transmisi mobil. Lain halnya mobil dengan penggerak roda belakang, LSD akan dipasangkan di bagian gardan mobil.

Berikut merupakan bermacam-macam Limited Slip Differential (LSD) :

Viscous Limited Slip Differential (Image Sorce:  intersport.com)

1. Viscous Limited Slip Differential (LSD)

Limited Slip Differential (LSD) jenis ini memakai sejenis oli yang akan mengental apabila salah satu roda penggerak kendaraan berputar secara cepat, sehingga memberikan efek mengunci pada pergerakan tersebut. LSD ini cenderung nyaman dan cocok untuk dipakai harian. Tenaga roda yang mengalami slip juga akan langsung disalurkan ke bagian roda lainnya. Hanya saja, LSD jenis ini memiliki kelemahan dalam hal menahan slip.

Clutched Limited Slip Differential (Image Source: intersport.com)

2. Clutched Limited Slip Differential (LSD)

Jenis LSD ini bekerja dan bereaksi terhadap as kopel atau constant velocity (CV). Di mana semakin tinggi putarannya, maka penekanan dari kopling (clutch) juga akan semakin mengeras. Sehingga differential akan mengunci, dan pada saat itu juga putaran antara roda kanan dan kiri akan sama atau seimbang. Kemampuan untuk menahan slip terbilang cukup baik, karena ketika melakukan oversteer, sistem ini bekerja pada torsi dan kecepatan. Dan untuk drifting, LSD yang direkomendasikan adalah jenis ini karena kemampuannya untuk men-sense torsi dan kecepatan. Kelemahannya terletak pada maintenance-nya akibat kopling yang akan cepat aus.

Geared Limited Slip Differential (Image Source: intersport.com)

3. Geared Limited Slip Differential (LSD)

LSD jenis ini menggunakan gear atau roda gigi untuk mengunci differential-nya. LSD tipe ini sangat tergantung pada torsi dan bukan pada kecepatan dari poros propeller-nya. Geared LSD sangat kuat untuk menahan slip dan bebas dari perawatan. Walaupun kenyamanan berkurang cukup drastis, tetapi pengurangan / hambatan ketenaga lumayan bagus. LSD ini sangat mumpuni ketika dipakai dipermukaan kering, begitupun sebaliknya. Dan memiliki keunggulan untuk mengatur torsi antara as roda depan & belakang pada mobil-mobil 4WD.

Prinsip kerja Limited Slip Differential (Image Source: otopedia.com)

Prinsip kerja Limited Slip Differential (LSD)

Untuk sistem kerja atau cara kerja LSD terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan input torsi atau putarannya. Pertama, dalam kondisi Load, maka kinerja kopling akan sejajar dengan perputaran dari as kopel. Sedangkan pada kondisi No Load, kinerja kopling akan diturunkan menjadi kopling statis. Sedangkan untuk kondisi Over Run, kinerja kopling punya keadaan khusus yang akan cenderung ke arah 1 way, 1.5 way atau 2 way.

LSD 1 way direkomendasikan untuk kendaraan dengan penggerak roda depan (FWD) karena sistem ini akan bekerja pada saat berakselerasi saja. Untuk LSD 2 Way, tipe ini direkomendasikan bagi para drifter. Pasalnya, LSD tipe ini dapat membantu para drifter melakukan drifting dengan baik pada saat menikung. Sementara untuk LSD 1.5 Way, sifatnya lebih cenderung di antara ke-2 tipe LSD (LSD 1 way dan LSD 2 way), di mana pada jenis ini lebih kuat di sektor akselerasi daripada deselerasi.

By: Fadli Nur Cahyo (PengabdiCetaneOctan)

Mengenal Suspensi

Sistem suspensi adalah sebuah rangkaian berfungsi komponen yang menyerap getaran yang ditimbulkan saat mobil permukaan jalan, tujuan sistem suspensi adalah untuk mencegah agar body mobil tidak bergetar saat jalan. berjalan diatas melintasi permukaan Tujuan meningkatkan kenyamanan saat sedang berkendara. utama ialah Prinsip kerja suspensi, yakni dengan me mberi sekat antara body dengan roda. Dimana sekat tersebut memiliki daya elastisitas sehingga gerakan mendadak pada roda ini tidak akan mempengaruhi body kendaraan. Berikut merupakan beberapa Jenis Suspensi :

Suspensi Macpherson (image Source: Ortizaku.com)
                         

1. Suspensi Macpherson

Suspensi Macpherson memiliki posisi tegak lurus dan Suspensi ditopang oleh sebuah shockbreaker, yang sekaligus menjadi titik pusat sudut caster pada mobil. Banyak mobil yang menggunakan tipe suspensi ini karena harganya terjangkau dan komponen penggantinya mudah dicari. Mobil- mobil yang menggunakan suspensi ini seperti MPV, LMPV dan sedan. Suspensi ini ditemukan oleh Earl MacPherson, oleh karena itu nama suspensi tersebut ialah MacPherson.

Suspension Double Wishbone (image Source: Ortizaku.com)

2. Suspensi Double Wishbone

Suspensi jenis ini mempunyai dua buah lengan menonjol yang menopang bagian sistem suspensi. Dua lengan itu dinamakan dengan upper arm serta lower arm. Desain double wishbone yang terlihat kokoh membuat sudut geometri roda akan tetap konstan saat berbelok. Keunggulannya, suspensi ini membuat pengendalian mobil menjadi lebih optimal. Umumny dipakai pada kendaraan berbasis crossover seperti Big SUV dan Double cabin, seperti mobil Isuzu, Fortuner, Kijang, Hilux serta Innova.

Suspensi Multi-Link (image Source: Caricos.com)

3. Suspensi Multi-Link

Sesuai namanya, tipe ini memiliki beberapa link atau penghubung yang cukup banyak. Link-link ini berperan layaknya lengan suspensi namun jumlahnya bisa lebih dari tiga. Link-link tersebut diletakan sedemikian rupa sehingga mampu menunjang pergerakan roda saat menyerap getaran dengan sempurna. Komponen link-link ini berdimensi kecil sehingga tidak terlalu memakan banyak ruang di bagian suspensi.

Suspensi Torsion Beam (image Source: Caricos.com)

4. Suspensi Torsion Beam

Tipe ini sering disebut sebagai suspensi semi-independen, karena pada dasarnya rigid suspension namun diinovasikan dengan bentuk berbeda untuk menghasilkan efek suspensi yang lebih baik. pada torsion beam, bentuk rigid block seperti huruf H, sehingga banyak orang juga yang menyebutnya “H-Shape Suspension”.Bentuk seperti ini akan menyebabkan ayunan roda yang agak terbebas sehingga menjadi nyaman.

Suspensi Rigid /Leaf Spring (image Source: knowledgemention.blogspot.com)

5. Suspensi Rigid (Leaf Spring)

model suspensi ini paling banyak digunakan pada mobil bertipe niaga ataupun tipe mobil lama. Dan biasanya digunakan pada bagian belakang. Hal ini dikarenakan suspensi jenis ini memiliki sifat kaku. Meski begitu konstruksi dari jenis suspensi mobil ini bisa dikatakan cukup sedehana dan tidak rumit. Umumnya pada jenis ini terdiri dari Axle Housing yang diikat dengan menggunakan U-Bolt yang terpasang langsung pada frame. Mobil yang menggunakan jenis suspensi ini biasanya memiliki ketahanan yang tinggi.

Suspensi Udara/Air Suspension (image Source: sekolahkami.com)

6. Air Suspension (Suspensi Udara)

Suspensi ini terdiri dari kompresor, tabung udara, berbagai macam selang, dan suspensinya itu sendiri yang saling berkaitan satu sama lain. Sebuah tipe suspensi kendaraan yang ditenagai oleh sebuah pompa atau kompresor udara dan dikendalikan oleh listrik ataupun mesin. Dengan bantalan udara digunakan sebagai penopang bantingan dan pengganti fungsi per. Biasanya kita temukan pada jenis mobil-mobil mewah seperti Mercedes-Benz ataupun Range Rover.

By : Fadli Nur Cahyo (Pengabdicetaneoctan)

Pengabdi Cetane Octan

The Power in Dreams Can Come True

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai